Posts

ANO SORA

Ryu menatap langit-langit kamar, bukan karena lagi liatin cicak atau karena lagi memikirkan sesuatu, melainkan menyimak pembicaraan Ibu dan Bapaknya yang sangat serius, sengaja Ryu membuka pintu kamarnya sedikit agar suara mereka semakin terdengar. “Shiranai!” Suara ibunya terdengar tak senang mengucapkan kata entahlah dalam bahasa Jepang itu. Ryu tahu kalau ibu sudah menggunakan bahasa Negeri matahari terbit artinya ia bersilang pendapat dengan bapak, ibu lebih bisa menekan emosi dengan meminjam bahasa asing. Itu pula yang membuat ibu memilih berbahasa Inggris atau Jepang jika sedang nenegurnya. Terdengar suara pintu ditutup, sepertinya orang tua Ryu tak ingin perdebatan mereka diketahui anaknya, apalagi yang diperdebatkan adalah masa depan anak semata wayang mereka. Ryu mencoba mencerna apa yang tadi ia dengar, bapak ingin mengirimnya untuk melanjutkan SMA di Jepang, sedangkan ibu enggan menemani Ryu di sana. Ryu benci pada kenyataan ibu dan bapaknya berdebat menentukan pilihan terb…

HINGGA BERBUAH BERKAH

Kita tak pernah tahu ujian dan musibah yang manakah yang akan menarik hidup hidup kita ke dalam pusaran berkah. Adinda memulai praktik membuat kue-kue sederhana yang resepnya ia contek dari youtube. Berbekal harapan bahwa aktivitasnya akan membuat pikirannya beralih dari mengingat kepiluan yang terjadi, kue buatan Adinda diminati tetangga.Pesanan pun berdatangan, semula hanya laku 25 potong dalam satu hari, kini telah mencapai seratus pak kue sus dan pie mini. Sering dalam diam menakar adonan Adinda termenung kemudian berdzikir penuh syukur, mengingat kembali bagaimana upaya Gagah membawanya menjadi seorang istri yang produktif sebelum keguguran terjadi. Perasaan bersalah sempat mengabaikan Ali juga sering menyelinap dan membuatnya berlinang air mata. Bagaimana bisa seorang ibu menangisi kehilangan anak sementara anak yang lain membutuhkan kehadiran dan kasih sayangnya Jauh di atas semua penyesalan dan rasa syukur yang Adinda alami, ada kekerdilan dari dirinya sebagai hamba yang mempe…

NESTAPA

Dua pekan lamanya Adinda dirudung pilu, fase menyalahkan diri sendiri mulai menghampiri. Teringatlah Adinda pada betapa aktivnya ia meski telah melihat garis samar kedua pada urin pagi hari. Waktu tak dapat diputar ulang, syair penyesalan kini berdendang memenuhi ruang hati Adinda.Gagah selalu hadir dalam masa berkabung istrinya, sesering mungkin ia mendekap istrinya seraya membisikan kalimat menghibur.“Ingat tidak dokter bilang apa, Bu?” Gagah mulai mengusap lembut punggung Adinda saat didapatinya tengah terisak diam-diam, “tidak ada keguguran yang dapat diketahui pasti penyebabnya apa. Sebagian besar karena persoalan kromosom yang ibu lebih pahami daripada ayah, kelelahan dan aktivitas Ibu tidak bisa dijadikan kambing hitam, apalagi istri sholihah ayah pasti mengerti kalau semua sudah kehendak Alloh.” Adinda menumpahkan tangisnya di dada Gagah, hingga ia terlelap karena kelelahan. Gagah mengucapkan kalimat itu untuk menghibur hatinya yang juga menangis pilu tanpa air mata. Jika buka…

TANPA KELUHAN

Setelah satu hari mengalami sakit pinggang dan ngilu seluruh badan, Adinda kemudian menjadi lebih bertenaga dihari berikutnya, jika memang ini keguguran sungguh jauh dari kata menyakitkan seperti yang dikabarkan orang-orang, jika ini hanya terlambat haid mengapa hasil test pack tiga kali sampai positif, lantas gumpalan apakah yang keluar dipenghujung hari pendarahannya? Satu-satunya cara untuk memastikan hanya dengan pemeriksaan.Akhir pekan suaminya membuat janji dengan dokter kandungan, tepat dihari ke sepuluh sejak pertama kali Adinda melihat darah. Seorang dokter paruh baya dengan sorot mata keibuan dengan seksama fokus mendengarkan cerita Adinda. “Kita coba lihat ya, Bu.” Katanya lembut seraya meminta Adinda berbaring untuk melakukan pemeriksaan USG“Berdasarkan apa yang Bu Adinda sampaikan, besar kemungkinan Ibu mengalami keguguran dini, sekarang saya akan periksa apakah masih ada sisa kehamilan di dalam rahim ibu.” Kali ini dokter berjilbab marun itu mulai meletakan alat USG di p…

PENGALAMAN

Perempuan yang pernah melahirkan dinilai akan lebih mudah menghadapi kehamilan kedua. Secara tersirat orang sekitar menganggap mereka tak perlu lagi khawatir pada apa yang akan terjadi, toh si ibu pernah melewatinya dengan baik pada kehamilan pertama. Meski begitu tak jarang hal ini menjadi boomerang, bagi kesehatan mental ibu yang merasa kurang mendapat perhatian, bahkan dirinya sendiri sering diam-diam menangisi rasa berdosa karena lebih fokus pada anak pertama sementara kesejahteraan dia dan calon bayinya dipertaruhkan.Pentingnya supports system yang mumpuni pun tak terelakan lagi. Seringnya ibu fokus pada anak pertama memberi ruang bagi anggota keluarga untuk selalu mengingatkan asupan gizi bagi diri sang ibu, tambahan pula harus membersamai aktivitas sang kakak, sangat diperlukan tambahan pengasuh agar ibu tidak kewalahan dan malah abai pada kehamilannya. Faktanya Adinda merasakan tubuhnya jauh lebih bisa beradaptasi daripada kehamilan Ali, mual yang tidak terlalu menjadi bukti p…

PENDARAHAN

Kebahagiaan belum lagi reda, rasa tak percaya masih bercokol dalam dada. Adinda yang merasa lega karena belum ada tanda muntah-muntah memasuki minggu ke enam kehamilan, terlampau senang sehingga semakin aktiv berkegiatan. Memenuhi undangan PKK pada peresmian jalan kampung yang terjal luar biasa. Di lokasi acara Adinda kembali berlari ke sana ke mari mengejar Ali, berada di alam bebas dan menghirup udara segar memang menyenangkan. Tetapi bertambah luasnya wilayah eksplorasi Ali, bertambah pula energi yang harus dihabiskan untuk mengawasi. Dua hari setelah peristiwa melelahkan itu, flek darah pun keluar. Berubah menjadi pendarahan deras dalam waktu semalam. Tanpa rasa sakit dan keluhan berarti pendarahan yang berlangsung selama lima hari itu berakhir dengan keluarnya segumpal daging sebesar kelingking. Sedih dan khawatir kehamilannya bermasalah membuat Adinda mendesak suami untuk mengantarnya periksa kandungan. Lagipula mereka memang berencana untuk memeriksa kehamilan pada hari pendara…

KISAH BARU

Pernahkah kau dengar nasihat orang bijak untuk berbahagia sekedarnya, sebagaimana bersedih pula sekedarnya? Buncah bahagia dalam hati membuat Gagah segera berbagi kabar pada orang tua. Bukan tanpa pertimbangan, keputusan ini tentu saja di latar belakangi dengan harapan agar ibunya maklum bila Adinda butuh lebih banyak bantuan untuk menjaga Ali. Selama mereka tinggal satu atap dengan orang tua Gagah, Adinda sudah banyak mendapat bantuan dari ibu mertuanya, lantas hamil muda dengan anak di bawah dua tahun tentu bukan hal main-main. Gagah tahu betul kalau Adinda bukan tipikal ibu yang dengan mudah memasrahkan pengasuhan anak sekalipun pada neneknya. Adinda hanya akan meminta pertolongan ibu mertuanya itu bila Ali terbangun saat cucian di ember belum selesai dibilas. Adinda selalu menekankan pada Gagah rasa enggan membebani orangtua suaminya. Mengasuh anak di usia mereka yang tak lagi muda tentu bukan hal mudah, meski berkali-kali Gagah meminta istrinya sedikit santai dan membiarkan Ali b…